Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Travelling

Dedek Emesh Penanggungan 1653 mdpl

“ san, pelan san “ “ eh, eh, aku mau jatuh “ “ yg lain mana ya? “ “ duh, jangan diem aja san. Aku jadi ngantuk “ Kata-kata yang menemani perjalanan saya menuju pos awal gerbang masuk gunung penanggungan Mojokerto. Waktu itu saya di bonceng sama salah satu rombongan teman saya naik gunung yang bernama Sandy. Wajarlah kalo saya sedikit cerewet, soalnya si Sandy ini naik motornya udah kenceng trus jalan rusak dan polisi tidur di trobos, alhasil saya mental-mental gitu deh. Ditambah saya dan Sandy baru pertama kenal, belum ada topik pembicaraan jadi ya diem-dieman anteng. Untung saya sedikit cerewet, mancing-mancing doi ngomong. Kalau gak diajak ngomong nih, saya bakal tidur. Kan bahaya ya. Ini Sandy yang udah mau bonceng saya hehe Perjalanan sekitar dua jam, akhirnya rombongan ini sampai juga di gerbang masuk penanggungan. Jadi pada kesempatan naik gunung saya yang kedua ini, saya naik gunung dengan my best friend Ajjes dan doi ngajak satu teman angkatannya di FPIK UB serta teman doi nai...

Foto-foto Cantik di Gapura Sulur Ponpes Haji Soli

penampakan gapuranya :p Udah hampir hidup dan tumbuh di Ngawi selama kurang lebih 25 tahun, tapi baru beberapa hari kemarin ngelihat tempat foto asoy di Ngawi. Setelah searching dan cari informasi sana-sini, akhirnya kemarin Selasa, 12 Juli 2016 saya sempatkan untuk melihat tempat asoy tersebut. Seharusnya saya kesana bersama Wynsdys dan Mbak Dewi, tapi karena waktu itu Wynsdys sakit jadi saya kesana bersama Mbak Dewi dan Mbak Nana (Mbaknya Mbak Dewi) serta Wahyu (Adeknya Mbak Dewi). Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB dan sampai di sana sekitar pukul 11.30 WIB. Sebenarnya tempat yang kami kunjungi ini letaknya tidak terlalu jauh dari rumah kami, tetapi karena perjalanan yang tidak selancar dengan ekspetasi jadi ya agak lama. Sempet nyasar-nyasar dan kebablasan gitu deh sampai hampir buat Mbak Nana sama Wahyu nyerah buat nyari. Emang ya kalo namanya nyari tempat kalau gak nyasar gak asik haha Oh iya, tempat yang kami kunjungi ini bernama Gapura Sulur Ponpes Haji Soli. Let...

Ngeteh di Kebun Mamah Sum

Alfian doang yang siap wkwk Harus scroll path dulu biar tau kapan kejadian ini. Seinget saya libur april atau mei, ah pokoknya libur tanggal merah. Ceritanya kita KK Malang mau main ke Pantai Tiga Warna yang udah di ancang-ancang dari bulan Januari kemarin bersama dengan foundernya KK yaitu Kak Vina. Hari H tiba dan kami janjian kumpul jam 6 di alun-alun kota Malang, biar deket jalan ke pantainya. Saya sudah exited sekali untuk pergi ke Pantai Tiga Warna, soalnya udah lama gak ke pantai dan di Tiga Warna kan bisa snorkeling jadi bisa lihat biota laut. Tapi sayang, satu per satu teman-teman KK Malang ngundurin diri buat join ke Pantai Tiga Warna. Mbak Echo gak jadi ikut karena harus ngurusin praktikum dedek tingkatnya dan Bahrul juga yang gak bisa ikut tiba-tiba karena harus ngurusin magangnya. Tapi gapapa, saya masih punya teman lain untuk pergi ke Pantai Tiga Warna. Saya waktu itu nebeng Alfian dan kita sudah mengusahakan on time dateng jam 6 ke alun-alun. Ternyata di alun-alun udah ...

Gili Labak, The Hidden Paradise

A photo posted by Rizky Ashyanita (@rizkyashya.jpg) on Apr 25, 2016 at 3:01pm PDT Setelah UTS selesai, salah satu lembaga kemahasiswaan di fakultas saya mengadakan studi banding ke lembaga kemahasiswaan yang ada di ITS dan Universitas Trunojoyo yang selanjutnya diteruskan jalan-jalan sebentar ke Gili Labak. Pesertanya selain anggota lembaga tersebut juga mahasiswa biasa lainnya. Bayarnya sama saja, setiap orang ditarik 250.000 rupiah sudah termasuk tiga kali makan, dua kali snack, biaya perjalanan malang-madura, serta wisata ke Api yang tak kunjung padam dan Gili Labak. Banyak orang yang bilang itu murah, iya itu murah banget. Banyak saya lihat-lihat paket wisata ke gili labak di instagram rata-rata 250 dan itu harus meeting point di Surabaya dan hanya sekali makan. Padahal kalau teman-teman tau, kalau kita udah jalan sampai pelabuhan kali anget dan tinggal ambil paket wisata kalianget-gili labak hanya bayar 75.000 termasuk makan sekali, penyebrangan, dan alat-alat untuk snorkeling. ...

Lost in mBatu be like Lost in Planet

Bobok Unyu :p Ini cerita sudah berminggu-minggu yang lalu, tapi kalo gak diceritain gak bisa mulai cerita-cerita yang lain. Jadi, ayo kita mulai ceritanya... 3 April 2016 yang kebetulan itu adalah hari Minggu, teman-teman FR (Fundrising) dan sebagian teman-teman CC (Creative Campaign) dari Earth Hour Malang merencanakan untuk pergi tamasya ala-ala ke kebun bunga di Batu. Rencana awal adalah mengunjungi Vihara Dhammadipa Arama dan dilanjutkan ke kebun bunga potong krisan serta mawar. Iya, kami mencari tempat yang dekat dan murah serta mudah terjangkau oleh kami bersebelas yang 10orangnya adalah perempuan. Kami berkumpul jam 8 di depan kos Kak Ria yang berada di Jalan MT Haryono sebelah Rumah Makan Padang Murah. Satu per satu personil datang dengan pasangan masing-masing. Kalau tidak salah pasangannya seperti ini, saya-Mbak Yusrin, Frido-Kak Ria, Mbak Ilma-Tiara, Mbak Iing-Alifa, dan Manda-Stef. Setelah semua berkumpul kami segera meluncur ke destinasi pertama kami yaitu Vihara. Oh iy...

Sendiri di Pantai Sendiki

Jangan pernah merasa sendiri :p Halooo, Setelah lama gak cerita tentang jalan-jalan, akhirnya kesampaian juga cerita tentang jalan-jalannya Si Mata Kodok. Harap dimaklumi kemarin-kemarin emang rempong banget ngurusin aksi EHM. Alhamdulillah , semua aksinya lancar dan sekarang waktunya kita jalan-jalan Cerita jalan-jalan kali ini diawali ajakan temen saya di EHM tiara yang tiba-tiba ngajak ke pantai. Karena emang butuh banget vitamin sea akhirnya saya iyain aja ajakannya. Kasian Tiara ke pantainya Cuma berdua sama Mbak Ilma, temen di EHM juga. Ya, kami ke pantai hanya bertiga dan kami semua cewek. Kami mah cewek-cewek setrong kak, hehehe Pemandangan menuju Pantai Sendiki Sebenernya saya gak tau dimana Pantai Sendiki yang menjadi tujuan destinasi kami berada. Berkat kesotoyan saya dan nyari info di google dikit-dikit saya beranikan memimpin perjalanan pagi itu. Perjalanan cukup berjalan lancar, jalanan juga lumayan sepi karena kita kesana hari minggu. Eh , ditengah jalan beberapa kali ka...

Lawu 3265 mdpl, Pengalaman pertama yang membuat saya kuat

Dulu, waktu punya pacar haha. Padahal mah, buat anak kelas J haha Bapak pernah berkata, “Jadi anak perempuan itu gak usah macem – macem. Inget, kamu itu bagaikan dagangan ibu bapak. Anak perempuan bukan seperti laki-laki yang membeli.”. Kalimat itu yang sampai detik keberangkatan saya ke Lawu yang saya inget. Dilarang, tapi karena penasaran saya tetap memaksa untuk ikut mendaki bersama 5 teman SMA saya. Mungkin memang orang tua saya sayang kepada saya, sehingga melarang saya untuk naik gunung terlebih mengingat kejadian semasa saya SD terjatuh sewaktu maen basket dan kedua tempurung lutut saya geser. Dari kejadian itu saya amat sangat dibatasi, gak boleh maen basket lagi, gak boleh lari – lari jauh, apalagi naik gunung, sudah pasti dilarang. Karena saya sudah merasa terlalu lama diam dan hanya menerima nasib, akhirnya waktu itu saya memohon kepada orang tua saya untuk sekali ini mengizinkan keinginan saya. Dan dengan berat hati, mereka mengizinkan saya dengan jaminan setelah dari sana ...

[ExploreMalang] Kondang Merak, Banyu Meneng, Selok, Sekali Jalan

A photo posted by Mari NGEtrip (@maringetrip) on Jan 18, 2016 at 6:45pm PST Tahun baru adalah momen yang paling meng-GALAU-kan bagi para perantau seperti mahasiswa. Mau pulang masih ada tugas dan ujian, mau keluar gak ada gandengan, kan jadinya Galau. Alhasil pasti nonton konser di TV, kalau kosannya ada TV atau pahit-pahitnya ya tidur setahun di kosan. Tiga kali tahun baruan di Malang saya melewatinya dengan berbeda-beda kegiatan. Tahun baru yang pertama Tahun 2014 saya melihat kembang api bersama teman dan menginap dirumahnya, Tahun 2015 saya melihat film bersama adek sampe ngantuk, karena kebetulan adek saya sedang berkunjung ke Malang. Dan Tahun ke tiga yaitu Tahun 2016 saya pergi ke pantai bersama teman – teman saya. Sebenarnya saya dan teman saya itu; sebut saja namanya Alfian ; tidak berencana pergi ke pantai di tahun baru. Tapi, karena suatu hal yaitu teman saya yang satunya lagi tidak bisa; sebut saja namanya Mbak Echo; di hubungi beberapa hari akhirnya kami berdua memutuskan...