Musim lalu sama-sama mengecewakan bagi Arsenal dan Liverpool. Kedua tim ini menunjukkan performa yang tidak stabil musim kemaren. Tapi bicara ketidakstabilan Arsenal musim lalu berbeda dengan kasus Liverpool. Saya cukup yakin kalau Arsenal sebenarnya cukup kuat untuk menjuarai EPL. Hanya saja mereka punya penyakit buruk, mendadak kehabisan bensin sebelum kompetisi selesai. Musim lalu Arsenal masih memimpin klasemen EPL hingga pekan ke-22. Setelah itu tiga kekalahan dan dua hasil seri di tujuh pekan berikutnya merusak peluang juara mereka. Walaupun berusaha memperbaiki performa, Arsenal mengakhiri musim lalu di posisi kedua, tidak cukup bagus untuk para penggemar mereka yang haus gelar juara. Sementara ketidakstabilan Liverpool musim lalu lebih di konsistensi. Mereka belum mampu konsisten menang melawan tim semenjana dan tampil kompetitig melawan tim besar. Musim lalu catatan kekalahan Liverpool adalah 10 kali, terlalu banyak untuk tim besar yang mengincar gelar juara. Tak heran jika Li...